Puisi-Kepada Hujan dan Kenangan
Kenanganku tergeletak di batas cakrawala, Seisi kota yang tidak seramai kepalaku, kebingungan menghindari genangan, Aku masih terpaku di sudut paling sunyi, memberikan berlipat-lipat nestapaku pada rintik hujan yang jatuh mengenai tubuhku. Kata-kataku tidak berhasil didengarkan, sedang hatiku kebingungan mencari tempat persembunyian, Di sana terlalu ramai, banyak kenangan tergenang tidak teratur. Di pandanganku sepasang mata berhasil terpejam, Menyerahkan diri ke cakrawala, Mengalir seutuhnya, sepenuhnya kepada hujan dan semesta. Tubuhnya mengalir dengan tenang, Kesia-siaan melebur bersama rintik hujan, Pecah dan berserakan di sisi kota yang sunyi, Kekalahannya menjelma menjadi rintik-rintik air hujan, Sedikit demi sedikit, segalanya lunas terbayar. Keramaian pada hatinya berhasil tenang, Luruh bersama rinai hujan yang melumat bibirnya dengan penuh kenikmatan. Sedang kepalanya berhasil menang, setelah hujan dan kenangan yang berhenti meneriaki k...