Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Cerpen. Selangkanganku terbungkus Kertas Rupiah

Selangkanganku terbungkus kertas rupiah Saya baru saja keluar dari hotel berbintang lima yang terletak tak cukup jauh dari pusat kota ketika ibuku melewati jalan di depan hotel dengan memikul peralatan semir dan sol sepatu. Agar tidak diketahuinya saya masuk kembali kedalam hotel dan duduk di kursi tepat di samping resepsionis hotel. Ibuku adalah seorang petani, ia tidak mempunyai penghasilan tetap. Agar bisa memenuhi kebutuhan saya dan adik saya sehari-hari, Ibu bekerja sebagai pembantu, pembersih jalan, semir sepatu, menjahit dll di setiap rumah-rumah yang ada di kampung saya. Ibu akan bekerja ketika pemilik rumah membutuhkan tenaganya. Jika tidak ada keluarga kaya yang memberinya pekerjaan, ia akan berjalan-jalan dipinggir jalan, ke rumah-rumah untuk menawarkan diri bekerja, atau menawarkan sepatu orang-orang untuk disemir. Seperti itulah pekerjaan ibuku. Kami hanya hidup bertiga, Adikku Rita dia baru berumur 2 tahun, dan saya seorang siswi SMA kelas 2. Ayah kami pergi menin...

Cerpen. Marta dan mimpinya

Bukankah hidup terlalu naif jika pergerakan kita selalu dijadikan sebagai buah bibir. Aku heran saja, ekspektasi kita tentang banyak hal selalu saja mendapat cibiran ketika kita berusaha untuk merealisasikannya. Kita harus patah semangat setiap hari, gara-gara komitmen kita jadi bahan ejekan. Bukankah itu cukup menyakitkan ? Tanyaku pada Maria, ketika ia sibuk membenarkan kayu di tungku api.  Aku baru saja menemui Lukas, untuk meminta pendapatnya tentang mereka itu. Apakah menurutmu aku salah jika aku terus melakukannya ? Tanyaku lagi pada Maria. Ia tidak menjawab pernyataanku. Maria sibuk menjerang air di periuk tanah yang aku rasa sudah berjam-jam air itu di masaknya tetapi belum juga mendidih.  "Kayu api sudah hampir habis Maria!". Bentakku padanya karena tidak mendengarkan apa yang aku sampaikan.  "Sudahlah Marta berhentilah berceramah disini. Aku ingin menyelesaikan semua pekerjaanku. Kau tidak pernah membantu. Kau hanya sibuk dengan dirimu sendiri. Kau ha...