Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Puisi || Merapuh

Gambar
Merapuh Aku membiarkan jari dan tanganku terpotong Lalu dengan cepat aku akan melahap semuanya kembali. Sampai aku benar-benar puas melahap daging dari diriku sendiri Jari dan tanganku akan tumbuh dan panjang lagi Aku akan melahapnya lagi, lagi dan lagi Yah... Aku menikmatinya Bagiku Ini sama sekali tidak menyakitkan bahkan jika perut dan semua ususku ikut terpotong Aku akan membiarkannya Karena aku akan menelannya kembali dan menyimpan sebagian untuk kepalaku Sisanya aku biarkan orang-orang mengambilnya Entah untuk dinikmati atau hanya dilihat Kemudian dibuang Itu saja. Kupang, 02 November 2019 @C_patria

Puisi || Harapan Palsu

Gambar
Harapan Palsu Setelah melahap sepiring luka dan tangis darimu Aku tersadar, lebam biru sekujur tubuhku membesar Ini bukan karena pukulan tangan si tukang cangkul Tapi kau telah meracik sedikit harapan pada piring yang kau berikan padaku. Mengapa memberi tahu setelah aku melahap habis luka dan tangismu ? Aku keracunan… Kau ! Nyatanya tidak pernah menginginkan aku menikmati tawa dan ceritamu Lalu mengapa harus mengantar sepiring luka untuk menyelesaikan segalanya ? Kau munafik. Perihal lebam pada sekujur tubuhku. Aku tidak membutuhkanmu disini untuk mengobatinya Pergilah… aku akan sembuh dan baik-baik saja Kupang, 02 November 2019 Jangan makan terlalu banyak, nanti kau mengantuk @C_patria

Puisi || Pemulung

Gambar
Pemulung Aku sudah sampai Setelah melalui banyak tanya dan jeritan dimana-mana Aku sudah sampai disini Beristirahat mengerikan darahku yang masih mengalir Belum berhenti. Pelipis ku layaknya pipa air, mengalir deras hingga tubuhku penuh butiran darah Kau tau, beginilah caraku memberi balasan pada tubuhku Kubiarkan darah ini terus mengalir, ia akan berhenti ketika kau datang membawakanku sebait puisi dalam kepalamu Sebelum sampai disini Aku berjalan dengan segala isi jiwaku Tak lupa aku membawa sebuah cahaya pelita yang mengalir bersama dengan darah dalam nadiku. Kau tau dia siapa ? Dia adalah si Pelita dengan sumbu yang masih panjang. Sekarang dia ada disampingku Menjerit ketakutan karena isi perutnya ingin meledak Ingin bebas dari keegoisan duniawi Ia duduk menatapku dan sumbu dalam tubuhnya melilit seluruh isi dalam jiwaku. Kau tau apa yang akan aku perbuat ? Aku membiarkan nya mencampakanku, hingga ia lelah dan akhirnya padam dengan sen...