Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Perjalanan Anak Rantau Berani Berperang Melawan diri Sendiri.

Gambar
Berada di tempat yang jauh dari keluarga merupakan salah satu ujian kemandirian yang patut diacungkan jempol. Menghindari segala hiruk pikuk tanah kelahiran untuk sebuah tujuan yang mulia dan menjanjikan masa depan yang baik (yang sering saya dengar mereka mengatakannya seperti itu). Jika ditambah dengan tekad dari diri sendiri plus dukungan orang tua dan keluarga, maka ini adalah awal perjalanan yang baik dan memuaskan sebelum meletakkan jejak pertama. Di tanah perantauan, kita (Dalam berbagai tujuan, everything) dihadapkan pada berbagai tantangan dan pergolakan hidup yang kadang kita sendiri tidak memahami arah tujuannya. Pendapat dari berbagai sumber dengan dilatarbelangkangi alasan yang tidak masuk akal, seringkali kita terjebak dan melupakan untuk apa kita berada disini. Tantangan terhadap diri sendiri terus datang setiap hari. Bagaimana hari ini kau harus terlambat bangun karena aktivitas/kegiatan yang sangat padat yang sudah kamu lakukan sepanjang hari kemarin sehin...

Pandailah Mengontrol diri ketika Berinteraksi || semoga sampai di telingamu

Gambar
Saya tidak pandai berkomentar bahwa seperti itulah atau seperti inilah kehidupan yang pada umumnya orang-orang jalani. Realita kehidupan dunia diselipi banyak kepura-puraan dan kepalsuan yang pada titik tertentu, kenyataan atau realita dari dirinya menyeruak melebihi akan sehat semua orang yang selalu dekat dan berada disekitar dirinya. "Saya tidak menyangka dia seburuk ini," atau "saya benar-benar kaget melihat kreatifitasnya, dia sungguh hebat." Eksistensi kita pada kenyataan hidup yang sesungguhnya terletak pada situasi seperti saat bagaimana kamu mampu mengajak dirimu untuk berdamai dengan lingkungan tempat kamu bercerita dan saling berasumsi tentang banyak hal dan sehebat apa kamu mengontrol diri kamu terhadap berbagai ancaman dan tekanan yang datang dan menyelipkan diri di sela-sela kamu tertawa karena candaan dan semua omong kosong itu.  Di satu sisi kamu bangga pada dirimu sudah mampu terjun dan berelasi di tengah-tengah orang banyak (versi...

Utopia dan isi kepala Masyarakat | Puisi

Gambar
Pemburumemasuki hutan Bukan untuk daging dan perut ibu-ibu  Bukan untuk rumah dan nyawa anak-anak sumur Untuk isi kepala dan tuan di singgasana Di depan para tuan Menawarkan diskon isi kepala Nyatanya kosong dan penuh lemak anjing hutan Tidak berguna ! Di depan para tuan Pemburu menjilati jari bekas daging Para tuan tersenyum melirik sinis  Merasa diri menduduki singgasana berlapis nyawa Utopia adalah makanan bagi perut-perut para tuan Para miskin isi kepala tersenyum melirik puji Di depan para tuan Harga diri (kita) dikubur dan di bangkitkan Bukan seperti Tuhan, tetapi para tuan Kristina Nur Patria Krisna, 24 April 2020. Utopia dan isi kepala Masyarakat