Puisi || Harapan Palsu

Harapan Palsu

Setelah melahap sepiring luka dan tangis darimu
Aku tersadar, lebam biru sekujur tubuhku membesar
Ini bukan karena pukulan tangan si tukang cangkul
Tapi kau telah meracik sedikit harapan pada piring yang kau berikan padaku.
Mengapa memberi tahu setelah aku melahap habis luka dan tangismu ?

Aku keracunan…

Kau !
Nyatanya tidak pernah menginginkan aku menikmati tawa dan ceritamu
Lalu mengapa harus mengantar sepiring luka untuk menyelesaikan segalanya ?

Kau munafik.
Perihal lebam pada sekujur tubuhku. Aku tidak membutuhkanmu disini untuk mengobatinya
Pergilah…
aku akan sembuh dan baik-baik saja

Kupang, 02 November 2019
Jangan makan terlalu banyak, nanti kau mengantuk

@C_patria



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egosentrisme Tingkat Goblok-Tulisan dari hasil duduk bermenit-menit di toilet✔️