Maknai setiap tamparan bukan dengana Amarah tetapi Perubahan.
Jejak temporalitas akan selalu membekas di setiap zaman. Meskipun perubahan yang semakin elit dan padat, namun dinding-dinding dan langit-langit cakrawala telah melukis berbagai kisah dan kenangan dalam temporalitas yang suatu waktu semua kisah, kenangan dan mimpi-mimpi itu akan meluap kepermukaan karena suatu alasan.
Misalnya meluap karena sebuah jepretan kecil dan sederhana namun telah mengandung begitu banyak kisah yang luar biasa hebat, kisah yang membawa kamu berdiri di tepat kamu berada sekarang, atau melalui sebuah cerita singkat (memori kita kemudian akan berlari ke masa lalu, menemukan kembali berbagai alasan dan jatuh bangun hingga kamu berada di sini saat ini) dan banyak hal lainnya. Manifestasi dari kisah dan pengalaman yang terus berubah di sepanjang waktu tersebut menciptakan perubahan besar dalam diri kita sendiri. Kemudian muncul sebuah pertanyaan,
"Siapa saya kemarin untuk hari ini? Dan siapa saya hari ini untuk esok?"
Pergulatan terus membawa kita pada suatu perubahan yang cukup signifikan bagi sebagian orang. Jika ia benar-benar memaknai setiap jejak yang sudah di petakannya pada setiap dinding waktu, yakin dan percaya ia akan memberi perubahan yang cukup signifikan bagi dirinya tetapi tidak demikian bagi sebagian orang. Pergulatan yang hanya itu-itu saja, mengalir tenang seperti sungai yang tidak banyak bebatuan, tidak mampu mengisi setiap lubang kecil di pinggir sungai dan bebatuan, akan membuatnya merasa bahwa hidup ini memang hanya seperti ini saja. Tidak ada perubahan yang signifikan dalam dirinya (we not talking about Somatis, ya).
Perubahan yang dimaksud adalah mungkin kemarin kamu tidak peduli ketika seseorang mengatakan, " ia bodoh dan jelek, ia buruk rupa dan sikapnya menjekelkan, ia jomblo dan cerdas, atau ia pandai tetapi suka mencuri" asumsi-asumsi seperti ini memberi perubahan bagi sebagian orang. Melawan stigma atau asumsi buruk dari orang lain dengan melakukan sebuah perubahan ke arah yang lebih positif. Memberi kesan yang berbeda di mata orang banyak. Menghancurkan dinding-dinding buruk rupa yang melekat dalam dirinya kemudian membangunnya dengan dinding kecerdasan dan kerendahan hati. Ini adalah sesuatu yang luar biasa menakjubkan. Memaknai setiap tamparan bukan dengan amarah tetapi perubahan. Setelah sekian hari, pencemooh kemudian berkata, "kamu orang yang luar biasa, perubahanmu telah memberi pengaruh positif bagi orang lain".
Ya… kamu sudah bangkit dari kematianmu. Kematian yang tidak bernilai menjadi sebuah kebangkitan yang memberi harga mulia bagi orang lain.
Bukankah kamu hebat? Katakan dengan tegas dan keras bahwa "saya hebat!" "Saya bisa/akan menjadi orang baik!" saya mampu berubah dan mengenal diri lalu melangkah ke arah yang lebih positif!"
Seperti itulah kehidupan. Tamparan yang di terima setiap hari bukan hanya jadi makanan ringan belaka. Di kunyah, kemudian di muntahkan kembali. Di cernah dulu ke dalam diri sendiri. Barulah kita memuntahkan yang tidak penting untuk diri kita dan orang lain. Keluarkan ATP yang positif tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain.
Semoga dan selalu.
Narty Patria
Kupang, 04 Juni 2020

Komentar
Posting Komentar