Pandailah Mengontrol diri ketika Berinteraksi || semoga sampai di telingamu

Saya tidak pandai berkomentar bahwa seperti itulah atau seperti inilah kehidupan yang pada umumnya orang-orang jalani. Realita kehidupan dunia diselipi banyak kepura-puraan dan kepalsuan yang pada titik tertentu, kenyataan atau realita dari dirinya menyeruak melebihi akan sehat semua orang yang selalu dekat dan berada disekitar dirinya. "Saya tidak menyangka dia seburuk ini," atau "saya benar-benar kaget melihat kreatifitasnya, dia sungguh hebat."

Eksistensi kita pada kenyataan hidup yang sesungguhnya terletak pada situasi seperti saat bagaimana kamu mampu mengajak dirimu untuk berdamai dengan lingkungan tempat kamu bercerita dan saling berasumsi tentang banyak hal dan sehebat apa kamu mengontrol diri kamu terhadap berbagai ancaman dan tekanan yang datang dan menyelipkan diri di sela-sela kamu tertawa karena candaan dan semua omong kosong itu. 

Di satu sisi kamu bangga pada dirimu sudah mampu terjun dan berelasi di tengah-tengah orang banyak (versi kamu sendiri) dengan berbagai asumsi dan pendapat yang sudah kamu rangkum dari berbagai sumber kemudian dibumbuhi lagi sehingga cerita itu tampak menjadi sempurna dan beraroma nikmat. Semua yang mendengar akan tertawa kemudian menepuk bahumu dan berkata "kamu memang seorang humoris yang hebat dan ber-akal." Dan kamu tersenyum bangga sambil berkata, "saya akan melanjutkan cerita saya tentang seseorang…"
Disinilah kamu mengancam dan menjerumuskan dirimu sendiri pada kenyataan yang berbeda nantinya. Tanpa kamu sadari. 

Kenyamanan dan keasyikan cerita berantai seringkali menciptakan skandal baru. Kita sering lupa kepada siapa kita bercerita dan berapa banyak kesalahan-kesalahan kecil yang kita sampaikan yang mungkin kamu sendiri tidak ingat tetapi orang yang mendengarmu benar-benar menanam itu dalam memori mereka.

Kemudian di sisi lain orang akan berpikir, bahwa selama hidupmu kamu tidak pernah hidup dengan benar. Kamu pandai menyelipkan diri di setiap problema orang lain dan mengumpulkan itu untuk dijadikan sebagai bahan cemooh dan penghinaan. Disini kamu sudah menunjukan sisi terburuk dari dirimu sendiri.

Pada suatu kesempatan, ketika secara frontal orang-orang menyampaikan kekesalan (bermaksud menasehati) mereka terhadap kamu. Kamu malah bertindak paradoksal. Inilah sisi terburuk dari diri kamu yang kedua. Padahal kebenaranya kamu tidak menyadari bahwa kamu memang sudah menyampaikan berbagai hal-hal buruk tersebut.

Keasyikan di tengah-tengah keramaian memang kadang membuat kita lupa mengontrol diri. Keasyikan semata dan singkat kadang membunuh diri kita sendiri ketika kita lupa mengontrol setiap kata dan tindakan yang kita keluarkan.

Hal tersebut akan membuat kepercayaan orang lain terhadap kita perlahan menghilang. Pandai-pandailah mengontrol diri ketika berinteraksi dengan orang lain.

Sekian. Semoga bermanfaat
Kupang 10 Mei 2020

#Narty Patria
#it's my opinion



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egosentrisme Tingkat Goblok-Tulisan dari hasil duduk bermenit-menit di toilet✔️