Perjalanan Anak Rantau Berani Berperang Melawan diri Sendiri.

Berada di tempat yang jauh dari keluarga merupakan salah satu ujian kemandirian yang patut diacungkan jempol. Menghindari segala hiruk pikuk tanah kelahiran untuk sebuah tujuan yang mulia dan menjanjikan masa depan yang baik (yang sering saya dengar mereka mengatakannya seperti itu). Jika ditambah dengan tekad dari diri sendiri plus dukungan orang tua dan keluarga, maka ini adalah awal perjalanan yang baik dan memuaskan sebelum meletakkan jejak pertama.

Di tanah perantauan, kita (Dalam berbagai tujuan, everything) dihadapkan pada berbagai tantangan dan pergolakan hidup yang kadang kita sendiri tidak memahami arah tujuannya. Pendapat dari berbagai sumber dengan dilatarbelangkangi alasan yang tidak masuk akal, seringkali kita terjebak dan melupakan untuk apa kita berada disini.

Tantangan terhadap diri sendiri terus datang setiap hari. Bagaimana hari ini kau harus terlambat bangun karena aktivitas/kegiatan yang sangat padat yang sudah kamu lakukan sepanjang hari kemarin sehingga mengganggu aktivitas yang jauh lebih penting hari ini, atau tiba-tiba kamu harus dipecat dari tempat kerja karena kelalaian orang lain yang mengadu domba kamu, atau kamu harus diskors dari mata kuliah tertentu karena kamu melakukan kesalahan fatal yang mana kamu lebih respect pada drakor sepanjang malam ketimbang tugas yang tenggak waktunya sangat sedikit. 

Banyak sekali tantangan yang mendidik. Kita lupa memahami maknanya tetapi lebih dulu menjatuhkan air mata dari keluhan-keluhan yang tidak terhitung.

Pertanyaannya adalah, "Mampukah saya melewati semuanya?" (Silakan memberi komentar tulisan blog ini)

Diantara banyak pertikaian dan tantangan yang bervariasi dan berasal dari berbagai sumber tersebut, di mana kamu berada saat itu? "Dalam pelukan seorang pria atau wanita yang sangat kau cintai sepenuh hati? Atau di dalam kamar kos ketika kamu sedang mengeluh beras hanya tinggal satu gelas terakhir? Atau sedang menangis histeris di tepi pantai sendirian sambil memegang disinfektan untuk tanaman hortikultura? Atau sedang memegang sebuah piala atas kemenangan besar yang sudah kamu peroleh dari kerja kerasmu?" Kita akan menyadari setelah kita mengalaminya. 

Setelah banyak hari sudah kita lalui. Banyak hal yang sudah kita lakukan. Demikian pun pengalaman dan pelajaran yang semakin mendewasakan (sepertinya tidak semua mendewasakan, atau bagaimana?). Banyak alasan konyol yang sudah kita petakan untuk kenyataan yang kita buat dan hanya sia-sia belaka. Tindakan heroik yang kita lakukan untuk sebuah alasan yang lahir dari intuisi, tindakan absurd yang kita buat karena kepercayaan yang terlalu berlebihan terhadap orang lain yang tidak pernah memberi informasi dengan tulus dan benar. Bagaimana kita melawan spekulasi yang tidak penting dari orang lain terhadap diri kita. Mencairkan vandalisme dari orang-orang yang memberi perhatian sinis dengan keberhasilan (Karya seni atau apapun) kita. Melawan stigma yang setiap setiap hari disiarkan oleh haters karena alasan cemburu dan melawan kesepakatan yang sebelumnya pernah di jatuhkan palu. Kita masih belum menginjak di pertengahan dari perjalanan tersebut.

Setelah semuanya, kita sampai di suatu titik. Di sinilah kita menemukan alasan dan tujuan dari berbagai pertikaian-pertikaian, kejutan dan tamparan dari setiap tantangan-tantangan itu. Kamu akhirnya mengangkat kepalan tangan atas keberhasilan yang kau genggam dari sekian hari masa pencarian, jatuh bangun, banting diri sana sini. Kamu akhirnya menang (tidak semua orang). Lalu kamu dan sebagian orang merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para Dewa, kepada orang tua, keluarga, sahabat dan teman atas setiap dukungan dan kerjasama, atas setiap lorong yang mampu di lewati bersama. Kemudian dengan keberhasilan tersebut kamu mulai memetakan langkah selanjutnya. "Akan Saya kemanakan piala ini?" (Silakan merenung sendiri).

Namun bagi sebagian orang di lain sisi, perjalanan panjang yang sudah dilalui, pertikaian demi pertikaian diperanginya, kebohongan demi kebohongan mampu di telanjanginya dan berbagai macam kejutan lainnya, tetapi ia masih sama. Tidak berubah. Masih kosong dan hampa tanpa apapun. semuanya yang sudah terjadi tampaknya tidak memberi pengaruh maupun perubahan apa-apa dalam dirimu. Yang terjadi malah sebaliknya.

Kamu kalah. Kamu tidak membawa pulang piala yang sudah menjadi mimpi besar dirimu sendiri, orang tua serta keluarga di awal kamu datang dan meletakkan jejak pertama di tanah rantau. 

Kamu pulang dengan tangan kosong. Lalu "akan kamu apahkan kesia-siaan serta kekosongan yang sudah kamu dapatkan?" (Silakan merenungi pertanyaan ini)-(Memulai dari awal, it's ok! Belajar tidak mengenal umur dan waktu, silakan). Tetapi bagaimana kekecewaan yang akan mereka dapatkan?, Mereka yang berada di tanah kelahiranmu yang dengan tulus masih menjaga ranjangmu tetap hangat dan setiap akhir pekan membersihkan kutu kasur yang akan mengganggu kenyamanan istirahatmu ketika kau pulang nanti. 

Semuanya sia-sia. Kamu kalah. Semua pertikaian itu, kamu tidak pernah mampu berperang melawan dirimu sendiri. Melawan setiap keegoisan, kemalasan dan kantukmu.

Pelajaran dan pengalaman hidup diharapkan mampu mengasah mindset kita setiap hari. Maknai setiap rasa sakit, kekecewaan, keterpurukan, kelelahan dengan sebuah perubahan yang lebih positif. Semua memang tidak mudah. Kita harus selalu mulai dari hal-hal yang sederhana (semua hal-hal besar memang selalu diawali dengan hal-hal kecil, bukan?). Jika stigma dari orang lain tidak melumpuhkan kaki-kakimu mengapa harus berhenti berjalan?. Jika spekulasi absurd orang lain tidak menghalangi jalanmu, mengapa harus pulang dan memilih kembali?. Teguhkan semangat dalam diri. Jangan lengah. Jangan nakal. Percaya pada diri sendiri, bahwa "saya bisa mengambil mutiara menyala yang masih digantung di atas langit biru."

Semoga dan selalu😇.
Kupang, 12 Mei 2020

#Narty Patria,
#Ceritan pendapatmu
Keep fighting.
God bless. Sabar menghadapi pandemi Covid-19.
Foto: Moderator, Pembaca Soal dan Operator Slide pada CCB VII se-NTT.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan jangan lupa memberi komentar dan share👌

Komentar

  1. Sangat luar biasa ,dengan tulisan ini,ketika saya membaca dari kata per kata
    Hingga sampai akhirnya
    Terinspirasi sekali,kalau kita membacanya dengan penuh hikmat dan tekun
    Bahwa memang benar kehidupan itu tidaklah mudah seperti yang kita bayangkan,demi terwujudnya sebuah keinginan
    Tentu banyak hal yang yang harus kita lewati ,dalam suasana sedih,kecewa dan bahagia yang selalu ada disetiap perjalanan hidup.
    Tetap semangat kk narty💪💪🤗

    BalasHapus
  2. Terimakasih... Jangan lupa berkunjung ke tulisan-tulisan saya selanjutnya 😍

    BalasHapus
  3. Terimakasih... Jangan lupa berkunjung ke tulisan-tulisan saya selanjutnya 😍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egosentrisme Tingkat Goblok-Tulisan dari hasil duduk bermenit-menit di toilet✔️