Puisi || Penyesalan

Penyesalan

Ketika malam kembali menyulam angan dan mimpi-mimpi
Aku masih terjaga hingga waktu membisikkan detik di penghujung malam
Bukan aku menikmati setiap detik, menit pada jejak di seluruh malamnya
Tetapi banyak resah masih beradu tanya butuh disuguhi
Entah apa…

Ketika malam hampir menyapu sisa-sisa bintang dan bulan yang masih menggeliat
Aku menjatuhkan berjuta-juta butir emas putih dari mataku
Memenuhi seluruh wajah dan tubuhku
Iya… Aku kaya dengan luka dan kecewa yang masih tersisa

Ketika malam hendak membangunkan fajar
Bintang dan bulan mencari letak jiwaku 
Aku masih bertatap pada ratap dan minta disuguhi asa
Aku bukan sedang marah tetapi mengamati embun di pagi buta ketika jendela pada hatiku masih gelap
Percuma dan sia-sia
Berjuta-juta butir emas putih yang kuhasilkan nyatanya masih belum mampu menyembuhkan lebam.

Fajar menyingsing,
Aku masih saja "tersedu-sedu"

@C_patria
#ketika tengan malam adalah ketenangan dan menjatuhkan air mata untuk segala kisah yang sudah dilalui

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egosentrisme Tingkat Goblok-Tulisan dari hasil duduk bermenit-menit di toilet✔️