Mama || Puisi || maaf dan terimakasih.

Mama
Mengasah harap tak putus asa
Lekas pergi, lalu membawa pulang
Ketika mentari masih menggeliat
Ia bertatap pada petak dan pematang

Apa aku peduli ?
lekas pergi, pulang ingin mencari
Menari tiada hasil
Hanya memberi puas pada ingin dalam diri

Mama 
Memeluk penuh sujud
Bersyukur untukmu yang hanya berdendang ria
Mendekapmu yang menggigil
Memberi kepuasan padamu yang meminta

Apa aku peduli ?
melepas pagi tanpa permisi
Kau berlalu tanpa sujud syukur untuknya 
Menyambut malam tanpa harap dan sujud terang baginya.

Mama
Menatapmu hangat dalam harap 
Semoga menggapai langit yang masih dalam bayang-bayangmu
Merekah senyum dalam doa
Bola mata tak mampu menahan kedip 
semogakan kau dalam naungan

Apa aku peduli ?
Menghilang tanpa pamit
Menjejaki Jemari yang terus dicari 
Padanya kau meminta dalam kehampaan
Tak pernah ada hangat 
Yang menggenggam pilunya
Kau !
Hanya pulang, jika ingin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egosentrisme Tingkat Goblok-Tulisan dari hasil duduk bermenit-menit di toilet✔️