Kami Guru || Tugas kami Mulia
"Hiduplah untuk kehidupan orang lain"
Kristina Nur Patria Krisna
Sebagai individu yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti, kita dituntut untuk memahami keadaan lingkungan dimana kita bisa hidup dari bagaimana cara kita belajar dan berpengalaman. Hidup untuk menghidupkan kehidupan itu sendiri adalah bagian dari tugas, hak dan kewajiban kita.
Aku tidak perlu terlalu panjang lebar. Intinya kehidupan sosial yang kita jalani, harus bisa saling memahami dan mengerti akhlak, etika, dan karakteristik dan kepribadian seseorang.
Apakah harus ??
Bagi saya ini penting dan memang harus untuk setiap individu paham dan mengetahuinya.
Mengerti dan memahami orang lain, akan membuat kita menjadi individu yang akrab dengan kehidupan sosial yang kita jalani. Akrab dengan sesama, akrab dengan cerita dan kisah sesama. Akrab dengan mimpi dan akrab dengan diri sendiri.
Paham ? Coba dipikirkan baik-baik maksud saya.
Hal demikianlah yang mendasari maksud dari ilustrasi gambar yang saya bagikan. Saya kuliah dengan tujuan ingin menjadi seorang pendidik "Guru". Aku bukan hanya memberikan materi, memberikan tugas lalu pulang dan mengulang hal yang sama setiap harinya.
"Pendidik". Aku rasa banyak sekali definisi dari kata Pendidik tersebut. Menjadi pengajar, penasihat, pembimbing, membicara, perintah, pengarah,penunjuk, pembantu, penolong dan pe yang lainnya.
Apakah dari salah satu definisi diatas ada salah satu bagian yang menjadi bagian dari tugasmu ?
Jadi, segala yang dimaksud, menjalani tugas dan kewajiban dari salah satu definisi diatas (your job), harus dan penting dibekali dengan pengetahuan tentang diri sendiri dan orang lain.
Agar bisa menciptakan hasil dan interaksi yang baik dan memuaskan, kita harus tahu siapa dan seperti apa aku di pandangan mereka dan siapa mereka bagi saya……
Setiap orang memiliki karakteristik, ciri, sikap, sifat yang bervariasi dalam membangun relasi yang baik dengan sesama.
Seorang pimpinan harus memahami kepribadian bawahannya, pun sebaliknya. Pengarah harus memahami sikap dan sifat pengikutnya. Semuanya seperti itu.
mengapa itu harus dan perlu ?
Karena setiap orang memiliki kapasitas otak-otak yang berbeda-beda.dengan demikian maka setiap orang memiliki cara berpikir yang bervariasi (mindset)
Memiliki daya ingat yang berbeda-beda. Memiliki cara dan kreativitas sendiri. Memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Memiliki keinginan buang berbeda. Memiliki cara belajar yang berbeda sehingga segala bentuk sisi kehidupan yang dijalaninya akan ia sesuaikan dengan apa yang dalam hati dan pikirannya kemudian diselaraskan dengan tujuan yang ingin dicapainya dengan masih sangat mengutamakan proses yang didesainnya sedemikian rupa agar tidak melenceng dari aturan dan ruang lingkup pekerjaan atau tugas yang sedang dijalankannya.
ingat !!!
"Mereka memiliki cara dan keunikannya masing-masing"
so, everybody like that, Memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menjalankan segala sisi dari kehidupannya.
Pun kita yang akan berprofesi sebagai "Guru" (mungkin ada guru atau calon guru yang membaca tulisan ini)
Bukan pekerjaan mudah bagi kita untuk memahami sikap, sifat, akhlak dan kepribadian serta karakteristik dari peserta didik.
Cara belajar, daya ingat, daya tangkap, daya saing, kebiasaan, attitude, sikap, dll dari seorang peserta didik baik dalam bidang akademik maupun non-akademik dan baik proses dalam kelas maupun diluar kelas. Semuanya berbeda.
Disinilah kita dituntut, untuk menjangkau dan menjalankan tugas dan profesi kita yang sesungguhnya.
Membiarkan mereka belajar dengan gaya dan caranya masing-masing. Tetapi tetap menjaga, membimbing, mengarahkan mereka agar tidak keluar dari ruang dan meningkatkan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik yang menjadi dasar dan tujuan suatu proses Pendidikan.
Dengan penuh ketulusan, kita adalah guru. Tugas kita adalah mengajar dan mendidik (mengajar dan mendidik dalam arti luas). Kita bekerja bukan karena rupiah, tetapi lebih kepada cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Mimpi kita, ada pada mereka dan kebanggaan terbesar saat mereka menjadi orang dan luar biasa adanya.
Kita (Guru) adalah akar darisegala perkembangan dan pertumbuhan dahan-dahan profesi lain. Kita (Guru) yang lebih dulu menghidupkan mereka dari ketidaktahuan dan keterpurukan mereka
Kita harus bisa menjadi pembimbing yang unik dan kreatif, bagaimana caranya menyeimbangkan mereka dalam 3 ranah yang dituntut yang notabene terdapat perbedaan yang besar dari setiap orang/peserta didik yang kita hadapi.
Mendekati dan memberi bimbingan dengan tulus, ikhlas dan rendah hati.
Yakin, kita bisa dan semuanya akan menjadi baik-baik saja.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang akan membacanya.
Intinya, pahami lingkunganmu. Memahami bagaimana caranya hidup untuk menghidupkan kehidupanmu dan kehidupan orang-orang disekitarmu.
Semoga bermanfaat.
Kupang, 13 Agustus 2019
Kristina Nur Patria Krisna
@C_patria

Komentar
Posting Komentar