Who are you for you and your life?



Siapa Kamu untukmu dan Kehidupanmu ?


Dalam menjalani kehidupan, kita selalu berusaha menjadi yang terbaik. Dalam hal apapun itu. Bertemu dengan orang yang berbeda setiap hari, itu akan mengajarkan satu hal kepada kita bahwa hidup itu bukan hanya tentang kita tetapi juga tentang orang lain dan sesama. Belajar dari setiap mereka yang kita temui setiap hari, belajar dari setiap cara bicara, attitude, respon dan tanggapan mereka akan segala hal yang ada disekitar kita. Kadang kita tidak terima tentang apa yang ditunjukan oleh orang-orang itu, entah cara bicaranya, attitudenya atau kebaikan dan kebururkannya, itu memang harus terjadi pada diri kita. Karena kita sudah lahir untuk menjadi seperti itu “menerima dan menolak kehadiran orang lain” 

Ketidaknyaman kita berada ditengah mereka terus diuji, apakah hal seperti ini akan mebuat kamu menjadi diri kamu sendiri, menemukan dirimu sendiri atau malah menjadi orang lain ?
karena terus diuji oleh waktu dan kehadiran mereka ditengah-tengah kita dan mecuri ketenangan dan kenyaman kita, kita kemudian mendadak berubah. Merasa tidak terima dan berusaha secepat mungkin melarikan diri dari kehidupan itu.
Lantas, apa itu sudah selesai ?
Belum ! semakin kamu lari maka segala macam hidup itu akan terus mengejarmu. Bukan lagi dia yang kemarin kamu hindari, tetapi dia yang baru. Akan terus menguji kamu dan seluruh kehidupanmu (hati,pikiran,psikis, fisik ikut terjebak) sebagaimana sebelum-sebelumnya. Kamu ingin berlari dan meninggalkan kehidupanmu sekali lagi, tetapi tetap saja. kehidupan itu justru semakin dekat dan menggerogoti hidupmu.
Berlahan kamu mulai gelisah, marah pada semesta dengan segala dinamika dan permainanya. Pikiran dan hatimu hancur berkecamuk tidak terbentuk sama sekali. berbagai macam hinaan, cacian dan tuduhan kau keluarkan semuanya melalui hatimu.
kamu mnejadi hancur dan benar-benar patah. Dibeberapa titik tertentu kamu menjadi sangat kosong dan hampa karena ulah dari kehidupanmu sendiri.

Lalu… untuk meyelesaikan semua itu, kamu mulai mencari jalan keluar dengan berusaha membenah diri, introsepksi diri. Dan bertanya
Apa yang sudah aku perbuat pada diriku sendiri dan kehidupanku ?
Sudahkan aku mencari dan menemukan diriku sendiri ditengah-tengah mereka ?
Siapa mereka bagiku dan siapa aku bagi mereka ?
Itulah hidup yang harus kamu temui.
Berlahan membuka dan memperbaiki hati untuk sesama dan orang lain, berlahan membuka hati untuk diri sendiri dan mulai memperbaiki semuanya. Berdamai dengan diri sendiri kemudian berdamai dengan semesta. Dan akhirnya ketenangan itu “pulang”.

Itulah hidup ! kita akan selalu masuk dan keluar dari setiap pintu yang berbeda dan pintu-pintu itu selalu punya desain dan gayanya masing-masing. kadang kita menikmati keindahan desainnya tetapi kadang kita mengambaikannya dan berlalu begitu saja.
kerap kali kita seperti itu, lebih menikmati keindahanya ketimbang memberi pendapat dan masukkan untuk desain yang kurang menyenangkan dan kurang nyaman bagi kita.
Mari kita  terus menata hidup kita.
Mencari dan menemukan dirikita sendiri ditengah sesame dan orang lain.
Aku sendiripun masih dilema dalam mencari dan menemukan diriku sendiri. Kita sama dan kita juga berbeda.
seperti itulah hidup. Kamu, dia dan kita selalu akan berbeda dalam segala hal yang terus menuntut untuk mencari dan menemukan. Tentang apapun itu !

@C_Patria. Kupang, 25 Juni 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egosentrisme Tingkat Goblok-Tulisan dari hasil duduk bermenit-menit di toilet✔️