Puisi, Surat untukmu
Suratku..
Dibanjiri tinta tak berwarna
Coretan kata tentang malam
Berserakan diantara baris-barisnya
Menumpuk hingga dibaris terakhir
Tak aku pedulikan sakitnya
Inginku, rasaku berpadu menjadi deretan kalimat panjang
Hingga kau paham
Dan tak perlu aku berlari mencari kediamanmu.
Mengapa belum ada kabar darimu ?
Surat balasanmu belum sampai sayang
Jangan bilang coretanku pada baris-baris itu menghilang.
Ataukah suratku usang sebelum sampai padamu ?
Deretan kata pada barisnya
Mengapa kau abaikan saja ?
Kau tahu, jiwaku kuselip rapi dalam setiap kata-kata itu
Rasa dan harapku membungkus setiap makna coretan pada kalimat itu
Apakah kata-kataku sampai padamu ?
Jangan bilang, jangkrik malam mencuri baitnya
Aku akan berteriak hingga jangkrik itu tak lagi bernyawa
Coretan kataku bukan makanan yang pantas untuknya
Kau biarkan semua coretan itu menghilang ?
Lalu bagaimana denganku ?
Aku lelah berusaha memahami diammu
Jika tak ada yang ingin kau sampaikan
Biar kuremas dan kurobek setiap coretan pada kertasku
Hingga serpihanya tak lagi mampu untuk menyatu.
Pun kita, tak peduli rasa sakitku terus bertambah
Lupakan saja, salahku terlalu menginginkan kepulanganmu
@C_Patria. Kupang, 27 Juni 2019
Dibanjiri tinta tak berwarna
Coretan kata tentang malam
Berserakan diantara baris-barisnya
Menumpuk hingga dibaris terakhir
Tak aku pedulikan sakitnya
Inginku, rasaku berpadu menjadi deretan kalimat panjang
Hingga kau paham
Dan tak perlu aku berlari mencari kediamanmu.
Mengapa belum ada kabar darimu ?
Surat balasanmu belum sampai sayang
Jangan bilang coretanku pada baris-baris itu menghilang.
Ataukah suratku usang sebelum sampai padamu ?
Deretan kata pada barisnya
Mengapa kau abaikan saja ?
Kau tahu, jiwaku kuselip rapi dalam setiap kata-kata itu
Rasa dan harapku membungkus setiap makna coretan pada kalimat itu
Apakah kata-kataku sampai padamu ?
Jangan bilang, jangkrik malam mencuri baitnya
Aku akan berteriak hingga jangkrik itu tak lagi bernyawa
Coretan kataku bukan makanan yang pantas untuknya
Kau biarkan semua coretan itu menghilang ?
Lalu bagaimana denganku ?
Aku lelah berusaha memahami diammu
Jika tak ada yang ingin kau sampaikan
Biar kuremas dan kurobek setiap coretan pada kertasku
Hingga serpihanya tak lagi mampu untuk menyatu.
Pun kita, tak peduli rasa sakitku terus bertambah
Lupakan saja, salahku terlalu menginginkan kepulanganmu
@C_Patria. Kupang, 27 Juni 2019

Komentar
Posting Komentar