Puisi Untuk Mama



Untuk Mama di Manggarai. Kupang, 20 Juni 2019

Margaretha, pagimu apa kabar ?
Harapku, mentari sudah lebih dulu menyapamu.
Pagi disini masih sama sayang
Kering, dingin dan gersang
Aku rindu saat fajar menyinsing disana.

Oh iya, Cangkirmu apa kabar ?
Masih hangat ?
Aku rindu aroma dan ampas dibibir cangkir itu sayang.
Biasanya  teras tempat ternyaman kita menghabiskan secangkir bersama
Masih tersisa untukku ?
Katamu, mari saling rindu
Rindu saat rasa dan aroma dinikmati bersama sembari berdongeng lalu tertawa

Hei cantik. Kau ingat saatku genggam erat jemarimu ?
Sembari menatap senja dibatas langit kau berbisik,
jika nanti kita dibatas senja yang berbeda
Percayalah bahwa aku ada disana dengan segala rindu dan kasih sayang.
Kugeggam erat tanganmu dalam ujud dan sujudku.
Kugenggam eratmu hatimu, agar selalu kuat dan menjadi dirimu sendiri.

Terima kasih Margaretha, ada rindu dari Kota Karang.
Untuk fajar dan senja disana, sampaikan salamku.
Ada rindu untukmu yang kesekian kalinya.
Tentang bibir cangkir dan aromanya.
Selalu aku simpan rasa itu dalam ingatanku.

@C_Patria.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egosentrisme Tingkat Goblok-Tulisan dari hasil duduk bermenit-menit di toilet✔️