Have you ever been disappointed and heartbroken because of someone you want ?
Apakah kamu pernah kecewa dan patah hati karena seorang yang kamu inginkan ?
Terima kasih sudah menyakitiku. Aku merasa cukup dewasa
sekarang. Merasa sudah cukup tau mana yang baik dan benar, mana yang harus
dihentikan dan sisi hidup mana yang harus dilanjutkan.
Harapku, semoga semuanya berakhir. Aku melalui
hari-hari yang cukup berat. Tidak seberapa lama, tapi seberapa banyak ini
memenuhi hati dan pikiranku.
Kita pernah bersama dan sejujurnya setiap hari adalah hari
yang luar biasa untuk saya, bisa focus dan melakukan semuanya dengan sangat
baik. Itu karena aku nyaman, sangat nyaman.
Entah bagaimana waktu bisa secepat
itu menutup cerita. Aku yang masih sangat ingin bersama dan tertawa, harus
berhenti secepat yang tidak pernah kuinginkan ?
Aku pandai membuat lupa, aku pandai bertindak seolah-olah
semuanya tidak pernah terjadi. Tetapi mengapa, tentang kamu tidak bisa ? aku
bahkan harus merasa tersiksa setiap hari, membohongi hati dan pikiranku
sendiri. Kamu sudah terlanjur ada dan tinggal.
Dan kau tahu ini sangat
menyakitkan. Sungguh ! Ini tentu tidak pernah sepengetahuanmu karena percuma
kamu sudah jauh membuang dan melupakan segalanya.
Disetiap titik tertentu, aku benci padamu dan aku benci pada
diriku sendiri. Aku pernah tulus, sepertinya sampai hari ini ketulusan itu
masih untukmu. Aku sendiri membencinya, mengapa masih bisa setulus ini saat
kamu sudah sangat jauh pergi dan menghilang ?
Jujur, aku sangat benci pada
diriku dan perasaanku. kamu, mengapa harus berubah menjadi naïf ? mengapa
ketulusan dan kebaikanmu harus berubah menjadi kebencian.
Dalam waktu yang
sangat singkat, diwaktu yang dengan besarnya aku berharap dan bermimpi, kamu
malah menjadi egois ?
Kau harus tau, itu alasanku pergi dan menghilang.
Itu membebaskanku ? jawabanku tidak sama sekali. Itu justru
semakin mengikatku. Terus membesar hingga aku sendiri sudah tidak sanggup untuk
menyimpannya. Aku tahu sangat percuma dan sia-sia karena kamu sudah pergi dan tentang
perasaan dan kepedulian itu aku tahu itu sudah lama menghilang darimu.
Apa kebaikanku itu menjadi pintu masuk yang baik bagimu
untuk menjadi egois dan mengubah segalanya ? dari pedulii menjadi acuh tak acuh ?
Itu adalah diriku yang sesungguhnya. Sangat baik dan menerima
siapapun itu dengan tulus dan iklas. Tetapi mengapa kamu malah menggunakan
kebaikan itu untuk kebutuhanmu ?
Kamu terlalu egois, kamu terlalu munafik.
Aku benci diriku sendiri karena masih menyimpan perasaan ini
untukmu. Entah ini kapan akan habis dan berhenti. Aku belum tahu pasti. Semoga
secepatnya. Aku lelah terkurung karena perasaanku sendiri. Harapku waktu dan
semesta memahami keadaanku sekarang dan membantuku untuk mengubah aku dan
perasaanku.
Aku tahu, akan ada waktu dimana semuanya berlahan
menghilang. Iya bukan hari ini tetapi nanti entah itu kapan. Itu adalah rahasia
waktu dan semesta.
Harapku, aku tetap kuat. Aku akan terus menikmati perasaan
ini. Hingga tiba waktunya habis dan siap diisi lagi dengan perasaan yang sama
tapi dengan orang yang berbeda.
Harapku. Semoga dan selalu.
Beberapa hari terakhir, aku cukup tertekan karena tidak bisa
tahu bagaimana tentang kamu dan seperti apa kamu sekarang. Mencari tahu tentang
kamu, itu sudah menjadi kebiasaanku akhir-akhir ini. Jika kau tahu aku seperti
ini, pasti kau akan tertawa berbahak-bahak menikmatinya. Karena kamu yang tanpa
sedikitpun peduli dan tidak sedikitpun punya keinginan untuk tahu tentang aku.
Disini, aku seperti orang gila mencari dan berusaha menemukanmu.
Terima kasih kamu
berhasil membuat aku terluka.
@C_Patria. Kupang, 10 Juni 2018
Dan kau tahu ini sangat menyakitkan. Sungguh ! Ini tentu tidak pernah sepengetahuanmu karena percuma kamu sudah jauh membuang dan melupakan segalanya.
Jujur, aku sangat benci pada diriku dan perasaanku. kamu, mengapa harus berubah menjadi naïf ? mengapa ketulusan dan kebaikanmu harus berubah menjadi kebencian.
Dalam waktu yang sangat singkat, diwaktu yang dengan besarnya aku berharap dan bermimpi, kamu malah menjadi egois ?
Itu adalah diriku yang sesungguhnya. Sangat baik dan menerima siapapun itu dengan tulus dan iklas. Tetapi mengapa kamu malah menggunakan kebaikan itu untuk kebutuhanmu ?

Komentar
Posting Komentar